Kamis, 27 November 2014

PMR SMP N 2 Tarakan

Tanggal, 20 Nevember 2014 menjadi kebanggaan tersendiri buat anak PMR SMP N 2 Tarakan, karna pada hari itu mereka memenangkan juara pertama lomba Cerdas Cermat Tingkat Madya yang di adakan oleh KSR Unit UBT.

Sesi pertama Yaitu Pertanyaan, dengan sigap mereka menjawab pertanyaan dengan cepat dan benar
(Sebelah kiri Anggi Budiono, Tengah Masni, dan sebelah kanan Johan).
 Sesi kedua praktek pertolongan pertama mereka mendapat nilai paling tinggi dari peserta yang lain (penolong Masni dan Anggi, Korban Johan).

Setelah lomba cerdas cermat selesai tidak lupa saya (fasilitator PMR SMP N 2 Tarakan) dan anak pmr smp 2 untuk berfoto bersama.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Final antara PMR SMP 2, SMP 3, SMP 4 dan SMP 6 Tarakan. Dan yang keluar sebagai juara adalah, PMR SMP 2 juara 1, PMR SMP 3 juara 2 dan juara 3 PMR SMP 6 Tarakan. 

Ini adalah hasil kerja keras meraka. Juara 1 Lomba Cerdas Cermat

Selamat adik-adikku.




Selasa, 09 Oktober 2012

HIV AIDS


1. Pengertian dan Definisi HIV / AIDS

     AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit ini adalah kumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi virus HIV. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Orang yang terinfeksi virus ini tidak dapat mengatasi serangan infeksi penyakit lain karena sistem kekebalan tubuhnya menurun terus secara drastis. AIDS termasuk PMS, karena salah satu penularannya adalah melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi HIV.

2. Cara Penularan HIV

     HIV terdapat pada seluruh cairan tubuh penderita AIDS, tetapi yang dapat ditularkan hanya yang terdapat pada sperma (air mani), darah, dan cairan vagina. Penularan HIV terjadi melalui cara sebagai berikut : a. Berganti-ganti pasangan seksual, atau berhubungan seksual dengan orang yang positif terinfeksi HIV. b. Memakai jarum suntik bekas orang yang terinfeksi HIV. c. Menerima transfusi darah yang tercemar HIV. d. Ibu hamil yang terinfeksi HIV akan menularkan ke bayi dalam kandungannya.

3. Cara Pencegahan HIV / AIDS

     Untuk mencegah dan menghindari terkena HIV / AIDS, caranya antara lain sebagai berikut : a. Tidak berganti-ganti pasangan dan menghindari hubungan seksual diluar nikah. b. Sedapat mungkin menghindari transfusi darah yang tak jelas asalnya. c. Menggunakan alat-alat medis dan nonmedis yang terjamin steril. Penyakit mematikan paling berbahaya pada abad 20 ini adalah AIDS. Penyakit yang disebabkan oleh HIV ini diyakini berasal dari simpanse. HIV bermutasi dari SIV (Simian Immunodeficiency Virus) yang menyerang simpanse. Penularan dari simpanse ke manusia dapat terjadi karena perburuan dan pembunuhan simpanse oleh manusia atau karena lalat sapi pengisap darah yang menjadi vektor virus ini.

Senin, 08 Oktober 2012

Orientasi Gabungan PMR SMKN 3 Tarakan dan MA AL-Khairat

     Pada Hari Sabtu 06/10/2012 kemarin, Teman-Teman KSR Unit STMIK, KSR Unit MARKAS, dan KSR Unit AKPER KALTARA, Ikut berpartisipasi pada Orientasi Gabungan yang di adakan oleh PMR SMKN 3 Tarakan yang di gabungkan dengan MA Al-Khairat.
Tepat pukul 20.10 kami tiba di SMK 3, di sana sudah mulai pemberian materi oleh orang PMI dan Kak Bolang sendiri selaku Fasilitator PMR di SMK 3.
     Dengan semangat anak-anak PMR menyimak materi yang di sampaikan oleh kak Bolang, tapi ada juga yang tidak menyimak karena mengantuk.
     Setelah materi selesai di lanjutkan dengan acara Bina Akrab yang tujuannya agar masing-masing PMR bisa saling mengenal satu sama lain.
     Tengah malam tepatnya jam 23.00 semua peserta orientasi kembali ketenda untuk tidur, agar mereka bisa bangun pagi untuk mengikuti acara pada besok harinya.
Pagi Harinya mereka di bangunkan guna untuk melakukan senam pagi di lapangan.
     Sehabis mereka senam pagi mereka pergi mandi dan sarapan, setelah itu kegiatan di lanjutkan kembali yaitu bersih-bersih di sepenjang jalan yang di lalui guna untuk memperkenalkan kerja PMR SMKN 3 kepada masyarakat JUATA.
     Kegiatan bersih-bersih selesai tepat pukul 11.00, mereka berkumpul untuk kembali ke SMK 3 dengan menggunakan Kendaraan Mobil dan Motor, sesampainya di Sekolah mereka istrahat sampai jam 13.30 dan acara di lanjutkan kembali yaitu pelantikan kepengurusan baru PMR SMKN 3 dan PMR MA AL-KHAIRAT TARAKAN Tahun 2012-2013.
Teman-Teman KSR masing-masing Unit
     Kebersaman teman-teman KSR di perlihatkan pada saat kami makan Siang, walaupun hanya Mie Instan yang tersajikan tapi kami tetap menikmati kebersamaan itu.

End.

Kamis, 12 Januari 2012

Lambang KSR Unit Stmik PPKIA

       Ini adalah Logo dari Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan yang terbentuk pada tahun 2010.  

Arti Bentuk :
  1. Segi Lima = Melambangkan Dasar dari PANCASILA yang memiliki 5 sila.
  2. Lingkaran = Melambangkan sebuah ikatan persaudaraan untuk membantu sesama.
  3. Gambar Orang Mengangkat Lambang PMI = Bahwa Anggota KSR dalam menjalankan tugasnya tetap menjunjung tinggi 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.  
Arti Warna :
  1. Merah = Berani (dalam menjalankan tugasnya anggota KSR harus berani melakukan tindakan untuk membantu sesama.
  2. Biru = Julukan Kampus STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan KAMPUS BIRU
Arti Keseluruhan :

     Bahwa dalam kampus biru STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan terdapat sebuah ikatan persaudaraan yang memiliki tujuan yang sama yaitu membantu sesama yang tergabung dalam wadah Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR) Unit STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan yang selalu menjunjung tinggi 7 Prisnsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dalam setiap menjalankan tugasnya.


Rabu, 11 Januari 2012

Foto Diksar KSR Angkatan I



















Penggalangan Dana Untuk Korban Kebakaran Beringin






Foto-Foto Pelantikan KSR Unit STMIK PPKIA Angkatan I








Pengertian KSR

Korps Sukarela (KSR) adalah kesatuan atau unit di dalam perhimpunan nasional PMI, yang merupakan wadah pengabdian bagi Anggota Biasa dan pribadi-pribadi yang atas kesadaran sendiri menyatakan diri menjadi anggota KSR, serta mempunyai persyaratan berikut: 
  • WNI yang berdomilisi di Indonesia 
  • Setia kepada Pancasila dan UUD 1945 
  • Berusia minimal 18 tahun dengan pendidikan serendah-rendahnya SLTP/Sederajat. - Berkelakuan  baik. 
  • Sehat jasmani dan rohani. 
  • Bersedia mengikuti pelatihan sesuai kurikulum PMI. 
  • Bersedia menjalankan tugas kepalangmerahan secara terorganisir dan mentaati peraturan yang berlaku. 
  • Bersedia mengabdikan diri di PMI minimal untuk 3 tahun ke depan.

Unit KSR PMI bisa dibentuk di lingkungan Markas Cabang PMI, Perguruan Tinggi, lingkungan satuan kerja (kantor, pabrik/perusahaan) serta lingkungan masyarakat umum. Adapun jika ingin bergabung menjadi di Korps Sukarela PMI, selain memenuhi persyaratan di atas, jika anda sebagai masyarakat umum dapat mendaftarr di Markas Cabang PMI Kabupaten/Kota tempat anda tinggal, jika anda berstatus mahasiswa bergabung di KSR PMI Unit Perguruan Tinggi, namun jika belum ada, anda bisa membentuknya sendiri dengan koordinasi melalui PMI Cabang. Pelatihan di KSR merupakan refleksi dari peran KSR dalam menjalankan semua pelayanan PMI yang berkualitas dan professional, sehingga kurikulum yang disusun berdasarkan analisa masa kini dan masa datang dengan menekankan pada kualitas relawan. Kurikulum Berbasis Kompetensi sejak 2006 telah diberlakukan sehingga setelah menempuh dan dinyatakan lulus Pelatihan KSR Tingkat Dasar akan dilanjutkan Pelatihan KSR Spesialisasi, yaitu pelatihan sesuai minat, baik bidang pelayanan maupun yang bersifat manajemen. Kegiatan yang dilakukan KSR antara lain ; Pertolongan Pertama dan Evakuasi Korban Kecelakaan, tanggap darurat bencana (petolongan pertama, evakuasi, dapur umum, penampungan darurat, distribusi relief, Restoring & Family Links, Program Dukungan Psikososial, Program Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat (KBBM), Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (PPBM), Pengurangan Risiko Dampak Bencana, Kampanye HIV & AIDS dan lain-lain.

Senin, 06 Desember 2010

Apa Itu Tomur Rahim???

Miom rahim (uterine fibroids atau juga disebut fibromyoma, leimyoma atau fibroids) adalah tumor jinak otot dinding rahim yang muncul pada wanita di masa reproduksi. Miom dapat muncul di dalam atau di luar rahim atau dalam otot dinding rahim. Miom biasanya tumbuh dari satu sel otot kecil yang terus berkembang. Awalnya adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan gangguan hormon estrogen serta emosi yang tidak seimbang. Gangguan fungsi saraf itu kemudian menyebabkan kesalahan bentuk otot di dalam rahim.
Di rahim dapat muncul satu atau lebih miom. Ukuran miom beragam mulai dari sekecil kacang polong hingga sebesar buah anggur. Pada umumnya miom tetap kecil, tetapi perkembangannya tidak terduga. Ada yang berkembang dengan perlahan, adapula yang berkembang dengan sangat cepat. Sebagian besar kasus miom tidak berbahaya, tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kanker, dan sangat jarang berubah menjadi kanker.


Miom membutuhkan penanganan segera jika menimbulkan nyeri panggul yang tajam, tetapi hal ini jarang terjadi. Pada umumnya miom tidak menyebabkan masalah dan jarang membutuhkan penanganan. Terapi obat dan tindakan pembedahan dapat digunakan untuk mengecilkan atau menghilangkan miom jika menyebabkan rasa tidak nyaman atau gejala-gejala yang bermasalah.
Gejala-gejala
Jika terdapat miom rahim, Anda mungkin tidak mengetahuinya. Paling tidak setengah dari wanita penderita miom tidak mempunyai gejala-gejala. Bahkan, sebagian besar diketahui bahwa menderita miom pada saat pemeriksaan rutin panggul atau pada saat perawatan kehamilan.
Gejala-gejala yang paling sering terjadi adalah:

* Nyeri di perut atau di pinggul.
* Perut terasa penuh
* Nyeri sanggama.
* Gejala anemia karena banyak kehilangan darah haid.
* Sering berkemih karena miom menekan kandung kemih.
* Tekanan pada panggul.
* Infertilitas atau keguguran.
* Constipation (sembelit).
* Nyeri haid, perdarahan haid yang tidak normal (lebih banyak atau lebih lama), atau haid tidak teratur

Penyebab
Penyebab terjadinya miom masih belum jelas diketahui, meski terdapat dugaan faktor turunan mempunyai peranan terhadap penyakit ini. Bilamana terdapat wanita lain dalam keluarga yang mempunyai miom, mungkin Anda juga dapat mempunyai miom.
Pertumbuhan miom juga dikendalikan oleh faktor hormonal, terutama hormon estrogen. Miom cenderung berkembang pada masa reproduksi, dan dapat bertambah besar dengan cepat selama kehamilan, yang mana kadar estrogennya sangat tinggi. Miom biasanya menyusut setelah menopause ketika kadar estrogen menurun. Hormon lain misal progesteron, juga dapat mempengaruhi pertumbuhan miom.
Faktor-faktor lain yang juga berpengaruh adalah ketidakseimbangan emosi misal sering stres, daya tahan tubuh rendah, gaya hidup yang tidak seimbang, semua itu menyebabkan gangguan pada hormon dan kemungkinan timbul miom. Ukuran besar-kecilnya miom juga dipengaruhi oleh jumlah kalori pada tubuh karena timbunan kalori dalam tubuh mempengaruhi pertumbuhan miom. Makin gemuk seseorang, makin banyak timbunan kalorinya, dan membuat miom tumbuh cepat.
Miom juga dapat terjadi karena adanya faktor bakat, yang kemudian dipicu oleh rangsangan-rangsangan hormon (karena emosi tidak stabil), makan sembarangan dan berat badan yang berlebihan. Rangsangan-rangsangan tersebut yang membuat pertumbuhan miom lebih cepat. Namun pertumbuhan miom paling sedikit memerlukan waktu sekitar 8 tahun.
Infeksi dan jamur di dalam rahim juga bisa menjadi perangsang pertumbuhan miom atau memungkinkan miom tumbuh kembali walaupun telah diangkat. Oleh karena itu kebersihan alat kelamin, berat badan tubuh, dan keseimbangan emosi harus dijaga agar miom tidak terangsang pertumbuhannya.

Pemeriksaan dan diagnosis
Dalam membuat diagnosis dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap panggul untuk merasakan adanya miom. Dokter juga melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG), pemeriksaan ini tidak menyakitkan dengan menggunakan gelombang suara untuk menampilkan gambaran rahim pada layar monitor. Gambar ini dapat dilihat secara rinci untuk penilaian pertumbuhan miom.
Mungkin dokter juga akan menyerankan tindakan histeroskopi, yaitu tindakan pembedahan yang tidak bersifat invasif (tidak membahayakan) yang mana teleskop ringan dan kecil dimasukkan melalui vagina dan serviks ke dalam rahim. Dengan pemeriksaan ini dokter dapat memeriksa dinding rahim (endometrium) dan jika perlu mengambil sedikit bahan jaringan.

Penyulit (komplikasi)

Meski pada umumnya miom tidak berbahaya, tetapi miom dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan dapat mengarah pada komplikasi misal anemia karena kehilangan banyak darah. Miom juga membuat sulit untuk hamil karena mengganggu kemampuan sel telur yang telah terbuahi untuk menyusuk (implantasi) pada dinding rahim. Kadangkala miom juga menyumbat saluran untuk melahirkan sehingga menimbulkan komplikasi pada saat kehamilan dan melahirkan.
Pada kasus-kasus yang jarang terjadi, miom dapat tumbuh keluar dari rahim pada stalklike-projection. Jika miom memilin pada stalk ini, maka akan terasa nyeri berat di bagian bawah perut yang tajam dan tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, segera berobat ke rumah sakit karena mungkin perlu dilakukan pembedahan.

Pengobatan
Jika miom tidak menyebabkan gejala, biasanya dokter akan menyarankan pendekatan “wait and see”, dengan pemeriksaan ulangan dilakukan secara rutin dan kadangkala membutuhkan pemeriksaan USG untuk melihat ukuran miom.
Jika terdapat gejala-gejala, dokter mungkin menyarankan pengobatan berikut ini:

- Terapi Obat Pil KB yang rendah estrogen digunakan untuk mengendalikan perdarahan haid yang berat. Tetapi obat ini tidak mengendalikan pertumbuhan miom. Obat lain yang disebut agonis GnRH (agonist Gonadothropin-releasing Hormone) dapat digunakan untuk menyusutkan miom dengan mengurangi jumlah estrogen dalam tubuh. Bentuk pengobatan ini bukan pemecahan masalah untuk jangka panjang, tetapi mungkin digunakan untuk persiapan pembedahan. Tetapi agonis GnRH menyebabkan gejala-gejala nya menopause, misal gejolak panas si sekitar leher (hot flashes), perubahan emosi, pusing, vagina kering, dan keropos tulang. Jika dibutuhkan pengobatan jangka panjang, dokter akan menambah obat lain untuk mengurangi gejala-gejala menopause tersebut, tetapi miom dapat muncul kembali setelah pengobatan dihentikan.
- Pembedahan Kadangkala diperlukan pembedahan untuk mengangkat miom. Salah satu pilihannya adalah miomektomi, yaitu tindakan pembedahan yang mana hanya miomnya saja yang diangkat dan rahim tetap dibiarkan. Ini merupakan pilihan yang paling sesuai untuk wanita yang masih ingin mempunyai anak. Pilihan pembedahan lain adalah histerektomi untuk mengangkat rahim. Histerektomi mempunyai laju komplikasi yang rendah dibanding miomektomi dan merupakan pemecahan masalah secara tuntas untuk miom rahim. Sedangkan dengan miomektomi, sekitar 10% kasus miom dapat muncul kembali. Beberapa tahun belakangan ini telah dikembangkan teknik pembedahan yang lebih tidak invasif, misal histeroskopi dan laparoskopi untuk menghilangkan miom. Pada tindakan ini digunakan alat teropong (teleskop) tipis dan panjang yang dilengkapi lampu dan kamera video untuk melihat daerah yang akan ditangani pada video monitor. Dengan laparoskopi, sebuah teleskop dimasukkan melalui tusukan kecil di bawah pusar dan peralatan khusus digunakan untuk menghilangkan miom. Dengan teknik-teknik ini akan cepat pulih dan hanya sedikit luka parut. Tetapi teknik ini merupakan pilihan bilamana ukuran miom masih kecil (5-6 cm). Bilamana miom cukup besar, terlebih dulu digunakan pengobatan agonis GnRH untuk menyusutkan miom, dengan penyuntikan setiap 4 minggu sekali ke dalam jaringan lemak di kulit dekat pusat. Setelah ukuran miom menyusut baru dilakukan tindakan laparoskopi.
- Embolisasi miom rahim Tindakan tanpa pembedahan ini merupakan pilihan lain bagi beberapa wanita yang ingin menghindari pembedahan. Tindakan ini dirancang untuk menyusutkan miom dengan memotong persediaan darah yang ke arah miom. Pada tindakan ini, dokter Radiologis menggunakan gambar sinar-X untuk mengarahkan pipa tipis (kateter) pada tempatnya. Kemudian dokter memasukkan partikel kecil dari plastik atau gelatin melalui kateter untuk menyumbat aliran darah di dalam miom. Tanpa persediaan darah, miom akan menyusut dan hilang setelah beberapa waktu.